Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 21 Juli 2016

Sejarah Mengapa Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Internasional



Ketika puncak Kekaisaran Romawi, bahasa Latin merupakan bahasa pengantar atau "lingua franca" pada sebagian besar wilayah Eropa,  Afrika Utara dan beberapa wilayah Asia. Sebetulnya tidak ada definisi resmi mengenai bahasa dunia.

Bahasa global atau dunia (internasional) disini berperan sebagai "lingua franca" atau bahasa pengantar yang memungkinkan orang-orang antar etnis yang berbeda berkomunikasi satu sama lain.
Sejarah paling kuat mengungkapkan bahwa pembentukan bahasa global umumnya dipengaruhi faktor kekuasaan. Dahulu bahasa latin-lah yang menjadi bahasa pengantar (lingua franca), meskipun faktanya memiliki kedudukan minoritas di Kekaisaran Romawi. 

Dari kekuatan pemimpin dan militer serta Gereja Katholik Romawi mendorong kemungkinan digunakannya sebuah bahasa global. Ada 3 hal yang mempengaruhi sebuah bahasa banyak digunakan yaitu jumlah negara yang menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa ibu, jumlah negara yang mengadopsinya sebagai bahasa resmi, sejumlah negara yang banyak mengajarkan bahasa asing tertentu di negaranya. 

Terlepas dari itu, inti yang ingin disampaikan adalah bahasa global lahir atau ditetapkan karena pengaruh kekuatan politik dan ekonomi para penguasa yang mampu mempertahankan dan memperluas posisi mereka. Itu semua banyak diargumentasikan. Penyebaran bahasa Inggris  dipengaruhi oleh ekspansi kolonialisme dan imperialisme serta perdagangan trans-wilayah.

Sebagaimana yang telah diprediksi bahwa Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling mungkin dijadikan sebagai bahasa internasional. Bahasa Inggris bahkan jauh lebih besar jangkauannya dibanding bahasa Latin atau Prancis di masa lalu. Entah itu dibidang bisnis, akademis, science, komputasi, pendidikan, transportasi, politik dan hiburan , bahasa inggris telah ditetapkan sebagai 'de facto lingua franca'.

Mungkin seperti penjajahan. Dahulu  bahasa Belanda juga termasuk bahasa yang mendominasi di kalangan para penguasa sehingga banyak warga Indonesia yang belajar Bahasa Belanda.

Bahasa Inggris sendiri merupakan bahasa Jermanik yang berasal dari bangsa Anglo-Saxons (wilayah Angeln yang sekarang Schleswig-Holstein, Jerman). Di awal bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh bahasa Norse Kuno pasca Inggris berhasil ditaklukanoleh Viking di abad ke-9 dan 10.

Setidaknya ada 60 negara berdaulat yang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa resmi.

Secara ringkas, alasan mengapa bahasa inggris dijadikan bahasa internasional
adalah sebagai berikut :
  1. Besarnya koloni Inggris di era penjajahan.
  2. Salah satu bahasa tertua yang ada di dunia dan berasal dari dataran britania sekitar abad ke-8
  3. Memiliki perkembangan kosakata yang sangat pesat. Menurut tim riset para penilit di Harvard University dan Google mencatata bahwa penambahan kosakata dalam bahasa inggris menembus 8.500 kata per tahun. Hingga detik ini jumlahnya telah berkembang menjadi 1.022.000 kata.  Perkembangan  kosakata ini menjadi salah satu patikan layak tidaknya suatu bahasa dianggap sebagai bahasa internasional.
  4. Merupakan bahasa dari negara maju yang banyak menciptakan inovasi dan penyebaran ilmu pengetahuan. Mulai dari ilmuwan sampai perkembangan revolusi industri. Pola ini juga  seperti yang terjadi dahulu, ketika dikuasai keilmuan dikuasai Arab maka bahasa yang banyak digunakan adalah bahasa Arab, diikuti latin - bahasa latin, Yunani dst.
Awal mula bahasa ini tersebar di penjuru dunia adalah ketika meluasnya pengaruh Britania Raya pada abad ke-17 dan 20 melalui Imperium Britania. Ini dilanjutkan tatkala penyebaran kebudayaan dan teknologi didominasi oleh negara Amerika Serikat yang menggunakan bahasa inggris. Dengan demikian, alasan-alasan dan fakta inilah yang menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa utama secara de facto (tidak resmi dan dianggap lingua franca atau bahasa pengantar di seluruh dunia.

Nah itulah sejarah mengapa bahasa inggris menjadi bahasa internasional. Semoga kita bisa menguasai bahasa internasional tersebut dan tidak ketinggalan zaman.